PEMANFAATAN CAMPURAN PARUTAN KUNYIT DAN BELIMBING WULUH SEBAGAI PENCEGAH DAN OBAT JERAWAT




BAB 1
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang terjadi pada seluruh umur di muka bumi ini. Jerawat di sebabkan oleh banyak hal seperti, akiabat sinar ultraviolet, pemakaian kosmetik yang berbahan kimia, Kelebihan lemak dalam tubuh, dan tertupnya kulit pori.
Di Indonesia terkenal banyak sekali produk-produk obat jerawat yang berbahan kimia, hal ini  bukan membantu menyelesaikan masalah jerawat, namun malah memebuatnya semakin parah, bahkan kadang merusak kulit wajah. Berbagai Iklan di TV seolah dapat menggiurkan para konsumen, sehingga produk itu menjadi salah satu kewajiban yang harus di beli, khususnya, bagi wanita yang selalu memperhatikan masalah kecantikan kulit. Telah banyak terjadi berbagai macam kerusakn kulit akibat penggunaan produk berbahan kimia.

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Tiap jenis kulit memiliki perawatan dan  kosmetik tertentu, apabila kita salah dalam memilih. Akan berakibat fatal pada kulit tubuh kita terutama wajah.
     Indonesia juga terkenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Berabagai rempah rempah, dan hasil bumi yang melimpah, seperti kunyit, laos, jahe, dan berbagai jenis rimpang lain. Dengan dua hal ini peneliti memiliki inovasi untuk menggabungkan dua hal tersebut bagaimana jika masalah jerawat itu kita atasi dengan kekayaan sumber daya alam, hingga muncul sebuah gagasan untuk memanfaatkan belimbing wuluh dan kunyit  sebagai pencegah dan obat jerawat.  Sesuai dengan judul penelitian kami “PEMANFAATAN CAMPURAN PARUTAN KUNYIT DAN BELIMBING WULUH SEBAGAI PENCEGAH DAN OBAT JERAWAT”.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana hasil yang di peroleh dari penggunaan campuran parutan kunyit dan belimbing wuluh sebagai pencegah dan obat jerawat?
2.      Apa efek samping yang diakaibatkan dari penggunaan campuran parutan kunyit dan belimbing wuluh sebagai pencegah dan obat jerawat.

C.    Tujuan
1.      Menganalisis hasil yang di peroleh dari penggunaan campuran parutan kunyit dan belimbing wuluh sebagai pencegah dan obat jerawat.
2.      Menganalisis efek samping yang diakaibatkan dari penggunaan campuran parutan kunyit dan belimbing wuluh sebagai pencegah dan obat jerawat.

D.    Manfaat
1.      Peneliti
a.       Menambah wawasan
b.      Merangsang untuk berfikir kreatif
2.      Pembaca
a.       Menambah ilmu pengetahuan serta wawasan
b.      Sebagai motovasi
c.       Sebagai sarana informasi baru


BAB II
KAJIAN TEORI


A.    Kunyit
Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn.Curcuma domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Dalam bahasa Banjar kunyit atau kunir ini dinamakan Janar. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura).
Kunyit adalah rempah-rempah yang biasa digunakan dalam masakan di negara-negara Asia. Kunyit sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan sejenis gulai, dan juga digunakan untuk memberi warna kuning pada masakan, atau sebagai pengawet. Produk farmasi berbahan baku kunyit, mampu bersaing dengan berbagai obat paten, misalnya untuk peradangan sendi (arthritis- rheumatoid) atau osteo-arthritis berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason dengan harga yang relatif mahal atau suplemen makanan (Vitamin-plus) dalam bentuk kapsul. Dalam bahasa Banjar kunyit biasa pula disebut Janar.
Produk bahan jadi dari ekstrak kunyit berupa suplemen makanan dalam bentuk kapsul (vitamin-plus) pasar dan industrinya sudah berkembang. Suplemen makanan dibuat dari bahan baku ekstrak kunyit dengan bahan tambahan Vitamin B1, B2, B6, B12, Vitamin E, Lesitin, Amprotab, Mg-stearat, Nepagin dan Kolidon 90.
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumindesmetoksikumin sebanyak 10% dan bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5% dan zat- zat bermanfaat lainnya seperti minyak atsiri yang terdiri dari Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren , sabinen , borneol dan sineil. Kunyit juga mengandung Lemak sebanyak 1 -3%, Karbohidrat sebanyak 3%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium.
                                                                        ( http://id.wikipedia.org/wiki/Kunyit )

B.     Belimbing Wuluh
Belimbing sayur, belimbing wuluh, belimbing buluh, atau belimbing asam adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.
Belimbing adalah pohon buah yang tingginya mencapai 15 m. Batangnya tak begitu besar, bergaris tengah 30 cm. Ia kasar dan berbenjol-benjol, percabangannya sedikit, dan condong ke atas. Cabang mudanya berambut halus, seperti beledu dan berwarna cokelat muda. Daunnya tersusun dalam bentuk ganda. Bentuknya kecil, berbentuk telur, dan jumlahnya 21-45 cm. Daunnya termasuk majemuk, menyirip, dan ganjil. Anak daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai jorong, ujungnya runcing, pangkalnya membulat, tepinya rata. Ukuran daunnya adalah: 2-10 cm × 1-3 cm. Ia berwarna hijau, dan permukaan bawahnya berwarna hijau muda. Perbungaannya majemuk, dan tersusun dalam malai (panjangnya 5-20 cm). Berkelompok, keluar dari percabangan yang besar, kecil-kecil berbentuk bintang dan berwarna ungu kemerahan atau merah saja. Buahnya termasuk buah bumi, berbentuk bulat lonjong bersegi, panjangnya 4-6,5 cm, berwarna hijau kekuningan, berair banyak jika sudah masajm dan rasanya asam. Bentuk biji bulat telur, gepeng.

                                                ( http://id.wikipedia.org/wiki/Belimbing_wuluh)


C.    Jerawat
Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantungnanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya. Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat,"Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya". Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsangkelenjar minyak di kulit. Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres.


Penyebab jerawat muncul :

1.      Produksi minyak berlebihan

Jerawat tidak hanya muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak(sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluranfolikelrambut dan pori-pori kulit. Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi dengan bakteri.
2.      Sel-sel kulit mati  
Jerawat disebabkan oleh kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen. Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati. Ketika sel-sel kulit itu bercampur dengan jumlah debu atau kotoran yang sudah meningkat itu, campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih. Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti di bagian punggung, dada dan lengan atas.

3.      Bakteri

Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut p.acne, yang cenderung berkembang biak di dalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya.Inilah yang menyebabkan jerawatbatu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.

4.      Kosmetik

Penyumbatan pori-pori seringkali terjadi oleh penggunaan kosmetik yang mengandung banyak minyak atau penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation. Foundation yang terkandung pada bedak menyebabkan bubuk bedak mudah menyumbat pori-pori.

5.      Obat-obatan

Konsumsi obat kortikosteroid, baik oral (obat minum) maupun topical (obat oles), yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, juga meningkatkan potensi timbulnya jerawat karena aktivitas bakteri patogen yang meningkat.
6.      Telepon Genggam
Permukaan telepon genggam bisa jadi media subur untuk tumbuhnya bakteri. Untuk mencegahnya, bersihkan permukaan telepon secara rutin dengan alkohol, dan usahakan jangan menempelkan telepon genggam ke pipi ketika menelepon.
7.      Stres
Stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat. Masalahnya, ada hormon tertentu yang keluar saat seseorang stres, yang memungkinkan tumbuhnya jerawat. Tak hanya itu, stres membuat orang tersebut mempunyai pola makan yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan manis dan berlemak, sebagai obat dari stres.
 

Tipe-tipe jerawat:

1.      Komedo.
                  Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau . Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.
2.      Jerawat biasa
Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri jenis propionibacterium acne. Bakteri ini biasanya hidup di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Diberi nama propionibacterium karena mampu memproduksi asam propionik (propionic acid). Bakteri ini merupakan jenis anaerobik sehingga dapat hidup tanpa butuh oksigen, dan mempunyai ciri-ciri aerotolerant yang menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuasmake up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembap, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.
3.      Jerawat batu (Cystic acne).
Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetik penderitanya memiliki:
a.       Kelenjar minyak yang overaktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,
b.      Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal
c.       Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.

                  ( http://id.wikipedia.org/wiki/Jerawat#Penyebab_jerawat_muncul )








BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Variabel dan Desain Penelitian
1.      Variabel
Variabel dari karya ilmiah ini adalah kunyit dan belimbing wuluh. Kunyit adalah termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Belimbing wuluh adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia.
2.      Desain penelitian
PEMANFAATAN CAMPURAN PARUTAN KUNYIT DAN BELIMBING WULUH SEBAGAI PENCEGAH DAN OBAT JERAWAT
 


Bab I Pendahuluan
-          Latar Belakang
-          Rumusan Masalah
-          Tujuan
-          Manfaat

-          Manfaat
Bab II Kajian Teori
-          Kunyit
-          Belimbing wuluh
-          Jerawat


Bab III Metodelogi Penelitian
-          Variabel dan Desaim penelitian
-          Instrument
-          Prosedur
-          Metode pengumpulan data
Bab V Penutup
-          Kesimpulan
-          Saran

Bab IV Pembahasan
-          Hasil
-          Pembahasan

 
B.     Instrumen Penelitian
Alat :
1.      Wadah berukuran sedang
2.      Parut
Bahan :
1.      Belimbing wuluh
2.      Kunyit

C.    Prosedur Penelitian
Langkah langkah yang digunakan untuk membuat obat jerawat dalam penelitian ini :
1.      Menyiapkan 1 buah belimbing wuluh dan 1 buah kunyit kecil
2.      Memarut kunyit terlebih dahulu.
3.      Memaarut belimbing wuluh
4.      Mencampurkan hasil parutan belimbing wuluh dengan parutan kunyit
5.      Mengoleskan pada bagian wajah secara merata sambil pijat perlahan.
6.      Menunggu beberapa menit hingga obat kering kemudian bilas dengan air bersih
7.      Melakukan secara rutin tiap sore hari.


D.    Metode Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data data yang di butuhkan demi terlaksananya.penelitian ini kami menggunakan metode eksperimen atau uji coba. Data data tersebut kami dapat dai beberapa teman sebagai konsumen obat yang kami buat.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


A.    Hasil
Hasil yang di peroleh dari beberapa sampel dapat diketahui melalui tabel berikut ini :
Tabel 4.1 hasil pengamatan penggunaan Obat selama 1 minggu berturut turut

No
Nama
Hasil
Efek Samping
1
A
Jerawat tidak hilang hanya saja berkurang
Terasa pedih saat penggunaan kedua
2
B
Mengurangi jerawat dan flek hitam
Terasa pedih dan gatal saat penggunaan kedua
3
C
Jerawat dan bekas jerawat mengurang
 terasa pedih dan gatal saat penggunaan kedua
4
D
Jerawat tidak berkurang hanya saja wajah terlihat bersih
Terasa pedih dan gatal gatal saat penggunaan pertama
5
E
Mengurangi komedo
Tidak terasa pedih ataupun gatal
 
B.     Pembahasan
Berdasarkan hasil interview terhadap beberapa orang yang memakai obat ilmiah ini, bahwa hasil dapat dirasakan setelah pemakaian keempat. Pada pemakaian pertama dan kedua jerawat akan semakin banyak muncul. Sebagian besar konsumen merasa pedih dan gatal gatal, di duga ini merupakan fase pengobatan. Pemakaian ke 4 terlihat bahwa wajah lebih bersih dan jerawat mulai berkurang.
Dari hasil pengamatan diperoleh hasil seperti pada tabel 4.1 hasil pengamatan penggunaan Obat selama 1 minggu berturut turut. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari beberapa sampel yang kami ambil penggunaan campuran parutan ini 80% berhasil , selain  dapat mencegah dan mengobati jerawat juga dapat mengurangi komedo dan flek hitam pada wajah, serta mengurangi warna hitam kulit akibat sinar matahari. Penggunaan secara teratur meskipun telah sembuh dari jerawat perlu di lakukan sebagai suatu proses pencegahan.
Dari tabel 4.1 hasil pengamatan penggunaan Obat selama 1 minggu berturut turut dapat diketahui efek samping yang di akibatkan oleh obat tersebut yaitu adalah rasa nyeri dan gatal gatal di duga hal ini merupakan salah satu proses pengobatan. Umumnya rasa gatal gatal dan pedih terjadi pada pengidap jerawat yang akut.


BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Hasil yang diperoleh dari penggunaancampuran parutan kunyit dan belimbing wuluh sebagai pencegah dan obat jerawat terbukti berhasil dengan syarat kita menggunakannya secara teratur agar hasil yang di peroleh lebih maksimal.
2.      Efek samping dari penggunaancampuran parutan kunyit dan belimbing wuluh sebagai pencegah dan obat jerawat adalah gatal gatal dan perih di duga itu merupakan proses pengobatan, namun tidak ada efek samping yang berkelanjutan seperti obat jerawat kimia.

B.     Saran
1.      Kami harap pembaca menggunakan campuran parutan kunyit dan belimbing wuluh sebagai pencegah dan obat jerawat untuk membuktikan validnya penelitian ini tanpa ada rekayasa sedikitpun.
2.      Peneliti berharap pembaca dapat melakukan penelitian lebih lanjut, tentang kedua tanaman ini. 
 
Daftar Pustaka


Komentar

  1. Setelah saya coba dg teratur ternyata jerawat2 saya benar2 hilang. Yeey :D makasi infonya..

    BalasHapus

Posting Komentar