Piaget dan Teorinya



MAKALAH
Piaget dan Teorinya
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah belajar dan pembelajaran yang dibimbing oleh bapak Tri Kuncoro





GILANG RAFIQA SARI
140534603660
S1 Pendidikan Teknik Elektro 2014
Offering C








UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK – JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
OKTOBER  2015




BAB I
PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Sebagai seorang mahasiswa yang outputnya sebagai seorang guru, wajiblah mempelajari dan mengetahui tentang teori teori belajar. Menjadi seorang pendidik atau guru merupakan sebuah tanggung jawab yang besar, yang menuntut kita untuk mengerti bagaimana karakter peserta didik dan dengan cara apa kita mendidiknya sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan peserta didikpun merasa nyaman sehingga mampu menguasai materi yang diberikan.
Jadi dalam makalah ini saya akan membahasa tentang teori Piaget, dimana dalam beberapa waktu lalu telah dipresentasikan dan dibahas tentang teori balajar Bruner dan lain sebagainya. Dari berbagai teori belajar ini nantinya kita diharapkan mampu menyaring dan menentukan teori belajar yang paling baik digunakan dalam proses belajar mengajar.

B.      Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Teori Piaget?
2.      Bagaimana tingkat perkembangan intelektual menurut Teori Piaget?

C.      Tujuan
1.      Mengetahui tentang teori Piaget
2.      Mengetahui tingkat perkembangan intelektual menurut teori Piaget







BAB II
ISI

A.     Tiga Aspek Perkembangan Intelektual
Dalam  perkembangan intelektual ada tiga aspek yang diteliti oleh Piaget yaitu :
1.      Struktur
Piaget berpendapat bahwa  ada hubungan fungsional antara tindakan fisik dan tindakan mental dan perkembangan berfikir logis pada anak-anak. Tindakan-tindakan (actions) menuju pada perkembangan operasi-operasi, dan operasi operasi  selanjutnya menuju pada perkembangan struktut-struktur.
4 ciri opersi yaitu, operasi-operasi yang merupakan tindakan terinternalisasi, operasi-operasi reversibel, operasi-operasi yang selalu tetap dan operasi-operasi yang terintegrasi  dengan struktur-struktur dan operasi-operasi lainnya. Struktur-struktur yang juga disebut skemata-skemata merupakan organisasi mental tingkat tinggi, satu tingkat lebih tinggi dari operasi. Menurut Piaget, struktur-struktur intelektual terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Diperoleh suatu struktur atau skemata berarti telah terjadi suatau perubahan dalam perkembangan intelektual anak.
2.      Isi
Aspek kedua penting kedua menurut Piaget adalah isi. Isi merupakan pola prilaku anak yang khas yang tercermin pada respon yang diberikannya gterhadap berbagai masalah atau situasi yang di hadapinya. Dimana dalam penelitiannya Piaget mempelajari tentang isi pikiran anak dalam mengenal benda sekitar dan kemudian beralih pada analisis proses dasar  dasar yang melandasi pemikiran tersebut.
3.       Fungsi
Fungsi adalah cara organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Menurut piaget Perkembangan intelektual berdasakan pada fungsi, yaitu organisasi dan adaptasi. Dimana adaptasi menurutnya adalah suatu kesetimbangan antara asimilasi dan akomodasi. Jika dalam sebuah proses asimilasi seseorang tidak dapat mengadakan adaptasi terhadap lingkungannya, terjadilah keadaan ketidak-seimbangan (disequilibrium). Akibat ketidak-simbangan ini terjadilah  akomodasi, dan struktur-struktur yang ada mengalami perubahan atau struktur baru timbul. Pertumbuhan intelektual merupakan proses terus menerus tentang keadaan ketidak-seimbangan dan setimbangh (disequilibrium-equilibrium). Dan apabila terjadi kembali kesetimbangan maka individu tersebut  berada pada tingkat intelektual yang lebih tinggi dari sebelummnya.
Bagi Piaget, intelegensi ialah jumlah struktur-struktur yang tersedia yang dapat digunakan seseorang pada saat saat tertentudalam perkembangannya (Dembo, 1978).

B.       Tingkat-Tingkat Perkembangan Intelektual 
Menurut Piaget, setiap individu mengalami tingkat-tingkat perkembangan intelektual yaitu:
1.      Tingkat Sensori-Motor(0-2 th)
Tingkat sensori-motor dialami dua tahun pertema dalam kehidupan. Selama perioda ini anak mengatur alamnya dengan indera-indera (sensor) dan tindakan-tindakannya (Motor).
2.      Tingkat Pra-operasional (2-7 th)
Tingkat ini berada pada usia pertumbuhan 2 sampai 7 tahun. Dimana pada usia ini anak telah mampu melakukan operasi mental seperti mengurangi, menjumlahkan, dan lain sebagainya. Pada tingkat ini terdapat dua sub-tingkat pertama 2-4 tahun pada sub-tingkat pralogis, dimana anak akan berpikir transduktif. Dan yang kedua pada usia 4-7 tahun anak akan berpikir intuitif. Pada tingkat ini anak akan memiliki sifat-egosentris, dimana dia sulit menerima pendapat orang lain. Selain itu pada tingkat ini anak juga akan memfokuskan pada aspek statis tenteng suatu peristiwa daripada transformasi dari suatu keadaan ke keadaan lain .
3.      Tingkat Operasional Konkrit (7-11)
Pada usia 7-11 tahun anak akan mengalami tingkat opersional konkrit. Dimana anak akan mulai berpikir rasional.  Pada periode ini bahasa anak akan berubah. Sifat egosentris berkurang dan lebih sosissentris dalam berkomunikasi.
4.      Tingkat Operasional Formal (>>11 th)
Pada tingkat usia ini anak akan mampu untuk berpikir abstrak. Periode ini ditandai dngan anak mulai berpikir proporsional.

Berdasarkan diagram tersebut dimulai dengan meninjau anak yang sudah memiliki pengalaman yang khas, yang berarti anak sudah memiliki sejumlah skemata yang khas. Pada suatu keadaan seimbang sesaat ketika ia berhadapan dengan stimulus (bisa berupa benda, peristiwa, gagasan) pada pikiran anak terjadi pemilahan melalalui memorinya.
C.      Faktor – Faktor yang Menunjang Perkembangan Intelektual
1.      Kedewasaan (maturation)
2.      Pengalaman Fisik (Physical Experience)
3.      Pengalaman Logika-matematik (logico-mathematical experience)
4.      Transmisi Sosial (Social Transmission)
5.      Keseimbangan (equilibration)

D.     Cara Anak Memperoleh Pengetahuan
1.      Konstruksi Pengetahuan
2.      Model Konstruktivis dalam Mengajar
3.      Siklus Belajar (deskriptif, empiris-induktif dan hipotesis-deduktif )


DAFTAR RUJUKAN
Dahar Ranta Willis Pof. Dr.M.SC.1989.teori-teori belajar.Jakarta:Erlangga.2000

Komentar