Pelestarian Budaya Bangsa

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam budaya seperti Reog, Batik, dan banyak seni lainnya. Dengan beragamnya seni di Indonesia ini perlu adanya pelestarian agar negara lain mengenal budaya indonesia dengan baik tanpa harus diakui oleh negara lain, karena dalam struktur terbentuknya  suatu negara yang terpenting adalah adanya pengakuan dari negara lain bahwa negara itu ada.

Hal ini sangat berkaitan dengan budaya di indonesia yang sangat beragam maka sangat perlu pengakuan dari negara lain sehingga tidak direbut atu diakui oleh negara lain, dan perlu di sampaikan sertifikat suatu seni ataupun budaya itu dalam pertemuan PBB, untuk mengurangi adanya pengakuan dari negara lain.

Karena Negara yang maju adalah negara yang  menghormati dan bangga dengan budayanya sendiri maka dalam makalah ini kami akan mengulas mengenai “Pelestarian budaya bangsa Indonesia”.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana konsep dasar budaya bangsa Indonesia?

2.      Apa saja Macam-macam budaya bangsa Indonesia?

3.      Fenomena apa yang sering ditemui berkaitan dengan budaya bangsa Indonesia?

4.      Upaya apa saja yang telah dilakukan untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia?

 

C.    Tujuan

1.      Memahami konsep dasar budaya bangsa Indonesia

2.      Mengetahui berbagai macam budaya Bangsa Indonesia

3.      Memahami serta mampu mengatasi fenomena mengenai budaya bangsa Indonesia.

4.      Mengetahui dan ikut serta menerapkan upaya untuk melestarikan buday bangsa Indonesia.


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Konsep Budaya Bangsa Indonesia

Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Ruth Benedict (1934) melihat kebudayaan sebagai pola pikir dan berbuat yang terlihat dalam kehidupan sekelompok manusia dan yang membedakannya dengan kelompok lain. Para ahli umumnya sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari/learning behavior. Kebudayaan juga dapat dipahami sebagai suatu sistem ide/gagasan yang dimiliki suatu masyarakat lewat proses belajar dan dijadikan acuan tingkah laku dalam kehidupan sosial bagi masyarakat tersebut (Koentjaraningrat, 1996). Sedangkan sistem budaya sendiri dapat dikatakan sebagai seperangkat pengetahuan yang meliputi pandangan hidup, keyakinan, nilai, norma, aturan, hukum yang diacu untuk menata, menilai, dan menginterpretasikan benda dan peristiwa dalam berbagai aspek kehidupannya. Nilai-nilai yang menjadi salah satu unsur sistem budaya, merupakan konsepsi abstrak yang dianggap baik dan amat bernilai dalam hidup, yang kemudian menjadi pedoman tertinggi bagi kelakuan dalam suatu masyarakat.

Bertitik tolak dari pemahaman tersebut, konsep kebudayaan Indonesia dibangun oleh para pendahulu kita. Konsep kebudayaan Indonesia disini mengacu kepada nilai-nilai yang dipahami, dianut, dan dipedomani bersama oleh bangsa Indonesia. Nilai-nilai inilah yang kemudian dianggap sebagai nilai luhur, sebagai acuan pembangunan Indonesia. Nilai-nilai itu antara lain adalah taqwa, iman, kebenaran, tertib, setia kawan, harmoni, rukun, disiplin, harga diri, tenggang rasa, ramah tamah, ikhtiar, kompetitif, kebersamaan, dan kreatif. Nilai-nilai itu ada dalam sistem budaya etnik yang ada di Indonesia. Nilai-nilai tersebut dianggap sebagai puncak-puncak kebudayaan daerah, sebagaimana sifat/ciri khas kebudayaan suatu bangsa Indonesia (Melalatoa, 1997: 102). Konsep kebudayaan Indonesia ini kemudian diikat dalam satu konsep persatuan dan kesatuan bangsa yaitu konsep Bhineka Tunggal Ika.

Kebudayaan tidak bisa hanya dilihat dari sisi isi kebudayaan itu sendiri karena keberadaannya tidak terlepas dari banyak faktor lain sehingga kebudayaan itu ada, berlangsung, dan berkembang. Satu faktor penting yang berkaitan dengan kebudayaan adalah masyarakat, tidak akan ada satu kebudayaan tanpa masyarakat, demikian sebaliknya. Sebagai satu bentuk persekutuan hidup , masyarakat itu sendiri adalah konsep dengan dimensi yang luas; meski kita sering menggunakan konsep masyarakat Indonesia, namun dalam kenyataannya kita tidak bisa membayangkan semua orang Indonesia yang berjumlah ratusan juta orang, biasanya yang terbayang hanyalah sekelompok orang-orang Indonesia di sekitar kita saja, di suatu lokasi tertentu. Seorang ahli sosiologi Indonesia, M. M. Djojodigoeno (1965), membedakan antara konsep „masyarakat dalam arti luas‟ dan „masyarakat dalam arti sempit‟; dalam konsep itu, masyarakat Indonesia adalah masyarakat dalam arti luas, dan masyarakat disekeliling kita apakah itu desa atau kota tertentu, maupun masyarakat warga kelompok kekerabatan seperti marga, dadia, atau suku bangsa adalah masyarakat dalam arti sempit.

Satu bentuk keberadaan lain dari masyarakat dalam dimensi yang lebih luas yaitu dalam bentuk bangsa, sepertinya keanekaragaman kebudayaan itu lebih memungkinkan kebedaraannya dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas; bangsa Indonesia pantas disebut sebagai bangsa yang besar karena memang memiliki potensi untuk menjadi besar, tidak saja ditunjang oleh kewilayahan membentang luas, jumlah penduduk yang besar, namun juga sarat dengan keanekaragaman masyarakat dan kebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain, mungkin hanya perbedaan ras saja yang tidak terlalu menyolok dari keanekaragaman di atas.

Secara teoritis sebenarnya sangat sulit untuk mempersatukan berbagai kepentingan yang berbeda dalam satu pedoman nilai yang dijadikan sebagai acuan bersama, masingmasing tinggal di daerah yang berbeda, mempunyai tradisi dan kebiasaan yang berbeda, kebudayaan berbeda, dengan bahasa yang berbeda. Dengan menempuh perjalanan sejarah yang panjang dan melelahkan bangsa Indonesia yang mulanya terdiri dari bangsa-bangsa yang kecil seolah-olah telah dirancang untuk selalu bersama dalam menempuh suka dan duka, sama-sama menanggung derita dibawah dominasi kekuasaan bangsa asing, dan sama-sama berjuang untuk membebaskan diri dari dominasi tersebut , membuat segenap warga yang hidup di sebaran kepulauan Indonesia merasa sebagai satu kesatuan; lahir, tumbuh, dan berkembangnya bangsa Indonesia adalah hasil kesejarahan, keadaan inilah yang menjadi salah satu potensi terbesar dimiliki dari keberadaan bangsa Indonesia. Agaknya tidak ada satu bangsa pun di dunia ini yang dapat mengimbangi kebersatuan dari kebhinekaan yang ada seperti yang terjadi di Indonesia ini; kalau ada orang yang menganggap dirinya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia tentu ia akan bangga dengan keadaan ini, dan bila ada yang berbeda dengan itu, patut dipertanyakan warga masyarakat mana dia ?.

Keadaan inilah yang menjadi tantangan kita , sebagai warga masyarakat Indonesia sedini mungkin kita harus menyadari arti suatu kehidupan bersama; kita tidak bisa hidup sendiri, kita senantiasa memerlukan orang lain untuk saling bekerja sama - dengan siapapun kita hidup. Terkadang orang lupa atau sengaja melupakan tentang keberadaan dirinya bila dihubungkan dengan orang lain, mereka hanya ingat apa yang seharusnya orang lain berikan pada kita, bukan apa yang seharusnya kita berikan pada orang lain; atau dengan kata lain orang akan selalu ingat tentang fasilitas dan hak dan cenderung mengabaikan apa yang menjadi tugas atau kewajibannya.

 

B.     Macam-macam budaya

Budaya adalah sesuatu hal yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang serta diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya berkembang mengikuti perkembangan zaman dan diwariskan dengan berbagai cara baik melalui tulisan maupun lisan. Sementara itu, budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, ataupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia.

Ada tujuh budaya Indonesia, yaitu rumah adat, upacara adat, tarian daerah, lagu, alat musik, pakaian adat, dan bahasa. Berikut penjelasannya.

1.      Rumah adat

Rumah adat adalah bangunan yang memiliki ciri khas dari setiap daerah. Setiap daerah memiliki bentuk dan arsitektur masing masing sesuai dengan budaya adat lokal. Beragam bentuk dan arsitektur tersebut mengandung makna tersendiri. Oleh karena itu keberadaan rumah adat mempunyai arti penting dalam perspektif sejarah, dan warisan. Contohnya, rumah adat Jawa Timur, sebelum memasuki ruangan utama rumah biasanya terdapat pintu yang memiliki sebuah hiasan yang disebut makara atau sulur gelung. Hiasan tersebut dipercaya untuk menolak hal-hal jahat di dalam rumah.

2.      Upacara adat

Upacara adalah serangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan tertentu berdasarkan adat istiadat, agama, dan kepercayaan. Sementara itu, upacara adat adalah suatu upacara yang dilakukan secara turun temurun yang berlaku di suatu daerah. Sehingga setiap daerah memiliki upacara adat yang berbeda. Upacara adat sejatinya tidak bisa lepas dari unsur sejarah daerah tersebut. Contohnya, upacara kasada yang diawali sejarah mengenai “Roro Anteng dan Joko Seger.”

3.      Tarian daerah

Tarian daerah adalah warisan turun temurun yang dimiliki setiap daerah yang menjadi identitas daerah tersebut. Tarian daerah sarat akan makna dan pesan dalam setiap gerakan tari. Beberapa tarian merupakan bagian dari ritual sakral dan simbol dari rangkaian peristiwa bersejarah. Dalam suatu tarian juga menyiratkan gambaran kepingan kehidupan sosial suatu masyarakat. Contohnya, Tari Serimpi. Tari Serimpi adalah tari klasik dari Jogjakarta yang dikaitkan dengan kata “impi” atau “mimpi” karena gerak tari yang lemah gemulai membuat penontonnya merasa dibuai ke alam mimpi.

4.      Lagu

Lagu merupakan sayir-syair yang dinyanyikan dengan irama yang menarik. Sementara itu, lagu daerah adalah lagu yang berasal dari suatu daerah dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Bentuk lagu sangat sederhana dan menggunakan bahasa daerah serta biasanya bertemakan kehidupan sehari-hari sehingga mudah untuk dipahami dan diterima rakyat setempat. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui. Contohnya, “Rek Ayo Rek”. Lagu ini berasal dari Jawa Timur yang menceritakan tentang jalan-jalan di Surabaya. Selain lagu daerah, Indonesia juga memiliki beberapa lagu nasional.

5.      Alat musik

Alat musik adalah alat yang sengaja diciptakan agar dapat menghasilkan suara. Menurut sejarah alat musik pada awalnya dibuat dari benda-benda di sekitar yang mudah ditemukan seperti kerang atau kulit binatang dan juga bagian tanaman. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman alat musik muncul berbagai variasi. Contohnya, bonang, alat musik ini termasuk gamelan jawan yang terdiri atas kumpulan gong kecil yang terkadang disebut “pot” atau “ceret”.

6.      Pakaian adat

Pakaian adalah bahan yang digunakan sebagai penutup tubuh. Sementara itu, pakaian adat adalah pakaian yang menjadi ciri khas suatu daerah. Pakaian adat juga mengandung makna tersendiri yang tentunya berbeda pada setiap daerah. Contohnya, beskap. Beskap memiliki kancing yang berada di sisi kanan dan kirinya. Kancing tersebut melambangkan bahwa dalam setiap melakukan tindakan harus cermat dan teliti.

7.      Bahasa

Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sementara itu, bahasa daerah adalah bahasa yang digunakan di suatu wilayah. Bahasa daerah menghasilkan logat khas pada seseorang yang bisa menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Contohnya, Bahasa Jawa. Pada umumnya penutur asli Bahasa Jawa masih terasa logat asalnya.

 

 

C.    Upaya pelestarian budaya indonesia ditinjau dari berbagai pihak         

Kini di era globalisasi budaya asing terus masuk tanpa terbendung ke Indonesia. Hal itu dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang terdapat di Indonesia. Sehingga upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga budaya Indonesia dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan budaya Indonesiadikarenakansemakin maraknya budaya asing mempengaruhi generasi muda terutama dikalangan remaja di Indonesia. Contohnya saja sebagian remaja di Indonesia selalu uptodate tentang lagu-lagu barat bahkan korea. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa mereka telah meninggalkan bahkan lupa dengan budaya Indonesia. Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan lokal.Budaya Indonesia atau yang sering kita sebut dengan budaya lokal merupakan kekayaan yang dimiliki negara Indonesia dalam bentuk adat istiadat, tradisi, suku bangsa, ras, bahasa, tarian adat, lagu daerah, pakaian adat, rumah adat, senjata tradisional, hingga makanan daerah sangat beraneka ragam. Setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing dengan adanya budaya tersebut. Sehingga semua itu dapat kita ketahui dan pelajari untuk memperkaya pengetahuan kita tentang budaya lokal. Jika kita banyak belajar tentang budaya lokal maka kita harus berupaya melestarikan budaya bangsa Indonesia di kalangan remaja di Indonesia untuk lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri.Namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada.

Ada dua bentuk upaya pelestarian kebudayaan, yaitu :

1.      Culture Experience

Pelestarian budaya dimana kita bisa terjun langsung kedalam sebuah pengalaman kultural. Misalnya, kebudayaan dalam bentuk tarian daerah, maka masyarakat terutama para remaja dianjurkan untuk berlatih dan belajar akan tarian tersebut. Tidak hanya di lingkup rumah tapi juga perlu diajarkan di sekolahnya dengan mengadakan pagelaran seni dengan tema Kebudayaan Indonesia yang diperankan oleh seluruh siswa-siswi kelas 6 SD, 9 SMP, maupun 12 SMA/SMK sebagai ujian praktek.Dengan demikian suatu kebudayaan tersebut akan tetap diingat dan dijaga kelestariannya. Hal tersebut adalah upaya mengenalkan budaya indonesia sejak dini.

2.      Culture Knowledge

Pelestarian budaya yang dilakukan dengan upaya membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsikan kedalam berbagai bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri. Dengan demikian para generasi muda dapat mengetahui aneka ragam kebudayaannya sendiri.

 

v  Upaya yang Dilakukan dari Berbagai Pihak, antara lain :

a.       Pemerintah

Peran pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa juga sangatlah penting. Bagaimanapun pemerintah memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah ditanah air. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional.Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan  daerah disetiap event-event akbar nasional, misalnya tari-tarian, lagu daerah, dan sebagainya. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda, bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Bukan berasal dari negara tetangga. Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan yang kita miliki. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah.

Sehingga tugas utama yang harus dibenahi oleh masyarakat dalam mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya dengan tujuan agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan mengharumkan nama Indonesia dan juga budaya Indonesia tidak diklaim oleh negara lain.

b.      Masyarakat

Dalam lingkungan masyarakat kita dapat mengimplementasikan upaya pelestarian dengan mengadakan acara yang biasanya diadakan oleh muda mudi karang taruna. Misalnya, kegiatan agustusan yaitu lomba-lomba seperti panjat pinang, makan kerupuk, balap karung dan lain-lain, biasanya diadakan dalam memperingati hari kemedekaan Indonesia pada 17 agustus. Selain itu mengadakan Pensi atau “Pentas Seni” dengan menampilkan tarian tradisional, menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah, dan penampilan yang mengandung unsur kebudayaan Indonesia. Kemudian mengadakan Festival Budaya contohnya di daerah Ponorogo , Jawa Timur yang mempunyai ciri khas yaitu “Reog Ponorogo” yang diadakan dalam hari peringatan Ulang Tahun Kota Ponorogo. Dan festival budaya yang diadakan di masing-masing daerah tentu berbeda-beda.

c.       Sekolah

Tidak jauh berbeda dengan upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat namun di lingkungan sekolah punikut andil dalam upaya pelestarian budaya Indonesia. Misalnya, upacara yang dilakukan setiap hari senin dan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” itu merupakan suatu kebiasaan di setiap sekolah. Selain itu, diadakan kegiatan ekstrakulikuler wajib yang berbasis pelestarian seni budaya setempat untuk diikuti oleh siswa misalnya, sekolah-sekolah di Malang mempelajari tari topeng malangan. Selain itu, ada ekstrakulikuler tari, teater, dan karawitan dimana kegiatan tersebut mengandung unsur budaya yang dapat menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki akan budayanya sendiri. Mengadakan lomba merancang batik di sekolah tingkat SMP yang diikuti oleh siswa yang berminat dan berbakat dalam seni artistik dan diadakannya perlombaan lain yang berkaitan dengan budaya indonesia. Kemudian, upaya yang telah dilakukan di sekolah sejak lama yaitu pemerintah yang telah menyelenggarakan mata pelajaran muatan lokal yang wajib dipelajari oleh siswa di sekolah yaitu pelajaran seni budaya dimana kita dapat mempelajari dan mengetahui sejarah kebudayaan di Indonesia dari sabang sampai merauke.

 


 

Daftar pustaka

Takari, Muhammad.2015. Konsep Dan Aplikasi Kebudayaan Nasional Indonesia. (Jurnal Online, diakses minggu, 11 September 2016)

Moeis, Syarif.2009. Pembentukan Kebudaya Nasional Indonesia. (Makalah Online, diakses minggu, 11 september 2016)

Dynash, Juan. 2014. Budaya Adat Indonesia. (Online), (http://budayaadatdaerah.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-rumah-adat.html), diakses 12 September 2016.

Alqorni, Yatmono. 2014. Pengertian Tari Tradisional dari Para Ahli. (Online), (http://www.pakmono.com/2014/12/pengertian-tari-tradisional-dari-para.html), diakses 12 September 2016.

Tanpa nama. 2013. Pengertian Alat Musik. (Online), (http://alatmusiktradisional.com/pengertian-alat-musik.html), diakses 12 September 2016.

Ahira, Anne. 2014. Pakaian Adat dari Berbagai Daerah. (Online), (http://www.anneahira.com/pengertian-pakaian-adat.htm), diakses 12 September 2016.


Komentar